"Benih Kacang"

Siapa bilang ngeblog bikin goblog?
Pernah dengar kata di atas? Atau malah pernah merasakan kalo ngeblog jadi goblog?..Hmm,tentu saja mungkin  presentasenya yang menjawab pernah sedikit. Belum ada rumus matematika yang menemukan "ngeblog = goblog"..(hihi..mulai deh sotoy-nya)..Tenang saja,ngeblog malah sebaliknya,membuat kita lebih banyak tahu dan tahu banyak,asal jangan ngeblog yang negatif.Dengan ngeblog-ria, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah karena telah tersedia banyak informasi-informasi yang dibagikan oleh para blogger. 

Read More …


Kisah Menggugah Pro-U Media
By: Herw Chokichim
Pedagang Bakso Dadakan
Saban hari udah menjadi kegiatan rutinku berselancar online di dunia maya. Sekadar iseng-iseng baca email dan facebook ataupun mencari tahu sebuah informasi. Nah, suatu ketika aku kesasar di blognya penerbit Pro-U Media (kesasar yang baik nih). Ternyata ada Lomba Kisah Pendek Menggugah Pro-U Media 2010. Kumulai membaca dan cermati setiap persyaratan dan ketentuan dalam lomba tersebut. Hmm, lomba yang menarik, aku harus ikut event seperti ini dalam tekadku.
Read More …

Antologi Menulis “LUKISAN CINTA NUSANTARA”

oleh Herw Chokichim pada 01 November 2010 jam 13:13
Salam hangat penuh semangat,...
Sebagai wujud cinta pada Indonesia, kami mengundang teman-teman untuk mengikuti antologi menulis “Lukisan Cinta Nusantara”. Yuk, kita goreskan pena dan kenalkan wisata dengan karya untuk memajukan Pariwisata Indonesia.

Antologi Menulis “LUKISAN CINTA NUSANTARA”
Tema : wisata nusantara

Read More …

Suara sepeda motor yang berisik telah membangunkan anakku yang baru tidur setengah jam. Sekarang dimana-mana banyak orang mendandani sepeda motor dengan knalpot racing (knalpot blombongan tanpa penyaring). Mungkin dengan alasan biar seperti motor-motor pembalap underbone yang kencang larinya. Padahal suaranya minta ampun berisiknya,lebih lagi ketika menarik gas dengan kencang. Apa mereka ga tuli saban hari bergaul dengan knalpot sumbang?
Read More …

“Lhoh,kamu udah nikah tho??udah punya anak juga??” tanya teman lama saat bertemu di sebuah pusat perbelanjaan di Cikarang.
“Alhamdulillah sudah berumah tangga 1 tahun lebih dan punya anak baru berumur 3 bulan. Bagaimana dengan kamu??”
“Hah…Belum kepikiran yang namanya nikah,ribet urusannya. Waktu bebasku jadi terbatas.” jawabnya polos.
“Kamu udah mapan, udah karyawan tetap. Jadi ninggal tunggu apalagi???Pacaran udah 2tahun lebih pasti sudah saling mengenal dan mengerti..”
“Aku masih pengen kebebasan, masih pengen berpetualang sendiri. Kamu sendiri belum punya pekerjaan tetap sudah berani menikah, apa kamu bisa menjamin nasib keluargamu nanti??” temanku bertanya penuh keheranan kepadaku.
“Engga usah nunggu mapan, engga usah nunggu jadi karyawan tetap asal punya jiwa tanggung jawab dan sanggup berjuang dalam hidup, Insya Allah semua berjalan lancar. Allah bahkan melimpahkan rezeki pada orang-orang beriman yang sudah menikah (seperti yang telah aku dengar dalam suatu pengajian).” jawab penuh yakin.

Setelah percakapan itu aku dalam perjalanan masih berpikir dan merenungkan nasib yang telah bertekad untuk hidup berumah tangga di usia muda. Selain menyenangkan orangtua yang pengen aku segera menikah adalah aku yakin bahwa menikah itu engga harus nunggu mapan, engga harus punya duit banyak, engga harus sudah punya rumah yang besar. Andai aku ditakdirkan jadi buruh kontrak yang terikat tak tentu lha kapan mau nikahnya. Daripada berlama-lama pacaran tanpa arah yang jelas dan sering banyak jadi pembicaraan orang lebih baik menikah yang sah secara hukum agama dan negara.
Banyak teman-teman sebaya (yang udah mapan/kartap) sekarang ini masih banyak belum memikirkan tentang pernikahan, mereka masih senang merasakan kesenangan dan kebebasan. Pernikahan itu bukan berarti tanpa kebebasan dan penuh kekangan (menurut teman-teman). Dengan pernikahan aku malah lebih enjoy menjalani hidup, lebih berisi dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Jangan terlalu lebay (opo meneh iki)/berlebihan menilai pernikahan itu berat, dengan penuh tanggungjawab dan cinta kasih yang dalam serta niat menjalin berumahtangga dengan baik Insya Allah dimudahkan jalannya dan diberikan banyak petunjuk oleh Allah swt.
Selagi jodoh udah di depan mata selama punya rasa tanggungjawab tinggi dan siap menjalani hidup bersama, tunggu apalagi Jangan takut menikah!!!!

salam,
herw chokichim
(bukan koruptor,bukan penjahat dan bukan pencopet)
Read More …


Facebook kini menjadi idola semua kalangan masyarakat, yang mengena ke siapa saja seperti artis, pejabat, karyawan, rakyat biasa, pelajar dan lain sebagainya. Facebook yang telah menjadi fenomenal ini dapat mengekspresikan apa yang dialami oleh semua orang. Facebook juga lebih tajam dan berarti keberadaannya setelah apa yang telah kita ketahui seperti untuk dukungan, kampanye, tempat usaha dan lain-lain.
Jadikanlah Facebook menjadi sesuatu yang positif, maksimalkan dengan hal-hal yang benar dan manfaatkan sebaik-baiknya.

Judul Foto : Facebook cinta Bekasi
Lokasi : sekitar area jalan Cikarang Baru, Bekasi.


Read More …

Bekasi yang luasnya luar biasa dan aku pernah keliling penasaran di tiap-tiap sudut kota. Bekasi bukan hanya milik pribumi aseli yang dari nenek moyang turun-temurun tinggal, Bekasi juga sebagai rumah bagi para pengadu nasib dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Terbukti banyak nuansa keanekaragaman yang terbungkus satu kesatuan dalam kota Bekasi. Contohnya para pedagang-pedagang yang datang dari desa mengadu nasib mencari sesuap nasi di Bekasi. Salah satu favorit yang aku datangi adalah angkringan. Angkringan yaitu warung tenda kecil dan sederhana yang sering banyak dijumpai di daerah Jogja dan sekitarnya.
Sekarang angkringan pun telah merambah ke kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Angkringan tempat nongkrong rakyat kecil yang menyuguhkan hidangan spesialnya yaitu sego kucing (nasi kucing). Sego kucing adalah nasi bungkus berukuran kecil yang berisi berbagai macam lauk pauk di dalamnya, seperti sambel ikan teri, sambel ikan bandeng, oseng-oseng tempe dan sebagainya. Selain sego kucing yang menjadi ciri khas angkringan, terdapat juga 3 ceretnya. Macam-macam gorengan dan beraneka ragam sate tusuk menghiasi dagangan angkringan. Penerangan lampu yang remang-remang pun juga menjadi bagian dari ciri khas angkringan.
Kali ini ada angkringan yang jarang ditemuin di kota manapun. Angkringan yang mangkal di gerbang pintu perumahan Vila Mutiara Cikarang,Cikarang Selatan, Bekasi ini lain daripada yang lain, karena memiliki ciri khas yang unik. Angkringan ini menyediakan buku TTS (Teka-Teki Silang) untuk para pengunjung yang ingin menikmati sego kucing. Angkringan yang didirikan oleh dua bersaudara (mas Gembik & mas Cempe) ini mempunyai ide buku TTS ini bermaksud agar suasana angkringan menjadi lebih rame (bahasa Jermannya: gayeng). Pengunjung dapat berinteraksi dengan pedagang angkring dan bertanya jawaban apabila mengalami kesulitan menjawab soal dari buku TTS.
Setiap malam angkringan TTS ini selalu ramai didatangi pengunjung apalagi setiap malam minggu. Kebanyakan pengunjungnya adalah para karyawan-karyawan pabrik yang tak jauh dari tempat industi EJIP, selain itu adanya buku TTS suasana menjadi lebih akrab dan menghangat.
Read More …

Ramainya suasana jalan, penuh hiruk-pikuk kendaraan berlalu lalang, sibuknya aktivitas adalah gambaran pertama kali aku datang di Cikarang, Bekasi. Tak pernah kubayangkan sebelumnya, membuka lembaran hidup baru di tempat yang belum pernah aku kenal seluk-beluknya. Berawal dari lulus Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta, mendapatkan pekerjaan sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan otomotif di daerah Cikarang, Bekasi. Masih awam dengan apa yang ada di kota ini, pagi itu aku langsung membuka semua rasa penasaranku dengan berkeliling kota dengan menggunakan jasa angkot. Bolak-balik kutelusuri dan kupahami situasi yang aku temui, tiba-tiba sesuatu muncul perasaan dalam hatiku. Apakah ini yang namanya jatuh cinta?Apakah ini yang namanya kepuasan?Apakah ini yang namanya pandangan pertama?

Aku merasa Cikarang menjadi kota yang paling kucintai, yang paling menemani perjalananku. Walaupun bukan warga aseli tetapi betapa nyamannya aku di kota ini. Semua lembar demi lembar yang tertulis dalam buku kehidupanku tak lepas dengan apa yang diberikan oleh Cikarang. Mulai mendapatkan pekerjaan pertama, mendapatkan jodoh, mencoba bakat berjualan di pasar dan sampai menanti calon buah hati yang Insya Allah bulan depan akan lahir. Sungguh hatiku mencintai Cikarang ini dan mengharapkan Cikarang maupun Bekasi tumbuh berkembang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat-rakyatnya.

Mencintai Cikarang, Mencintai Bekasi, berbuatlah positif dan berbuat yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga, terus tularkan syndrome Cinta Bekasi ini kepada semua orang dengan penuh langkah-langkah baru yang membangun bersama.
Read More …